Suku Bunga BI Makin Rendah, Mana yang Lebih Cuan: SBN Ritel SR023 atau Deposito Bank BUMN?
Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan, membuat suku bunga deposito bank ikut menurun.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor: mana
yang lebih menguntungkan, SBN Ritel SR023 atau deposito di bank BUMN? Artikel ini membahas perbandingan
kedua instrumen keuangan tersebut dari sisi risiko, keuntungan, dan likuiditas.
Apa Itu SBN Ritel SR023?
SBN Ritel SR023 adalah Surat Berharga Negara yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dan bisa
dibeli oleh masyarakat umum. SR023 menawarkan kupon tetap yang dibayarkan
setiap bulan, sehingga cocok untuk investor yang mencari pendapatan rutin. Selain itu, SR023 dijamin oleh pemerintah, menjadikannya salah satu instrumen dengan risiko sangat rendah.
Deposito Bank BUMN: Aman tapi Suku Bunga Menurun
Deposito bank BUMN adalah simpanan berjangka yang menawarkan bunga tetap selama periode tertentu. nominal tertentu. Namun, ketika BI menurunkan suku bunga acuan, suku bunga deposito ikut turun, sehingga potensi keuntungan bagi investor menjadi lebih terbatas.
Perbandingan Imbal Hasil
SBN Ritel SR023 menawarkan kupon tetap yang umumnya lebih tinggi dibandingkan deposito di tengah suku bunga rendah.
Selain itu, kupon SR023 dibayarkan setiap bulan, memberi
cash flow yang stabil bagi investor. Di sisi lain, deposito bank BUMN menawarkan bunga yang lebih rendah, terutama setelah
penurunan suku bunga BI terbaru. Bagi investor yang mengutamakan return lebih tinggi, SR023 cenderung lebih menarik.
Risiko dan Keamanan
Kedua instrumen ini tergolong aman. SR023 dijamin oleh pemerintah, sedangkan deposito dijamin oleh LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Risiko gagal bayar pada SR023 hampir nihil karena
diterbitkan negara, sedangkan risiko deposito juga rendah, tetapi tetap bergantung pada stabilitas bank. Dari segi keamanan, keduanya bisa dijadikan pilihan aman bagi investor konservatif.
Likuiditas dan Fleksibilitas
SBN Ritel SR023 memiliki periode jatuh tempo tertentu, misalnya 3 tahun, sehingga dana tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa menjual di pasar sekunder. Deposito juga memiliki
jangka waktu tertentu, tetapi sebagian bank menawarkan fasilitas pencairan lebih cepat dengan penalti bunga yang minimal.
Jadi, untuk investor yang membutuhkan fleksibilitas dana, deposito mungkin lebih praktis.
Pajak dan Net Yield
Keuntungan SR023 dikenai pajak final 15% dari kupon, sedangkan deposito juga dikenai pajak final 20%. Dengan kupon SR023
yang lebih tinggi, meski dipotong pajak, net yield masih sering lebih menarik dibanding deposito.
Pajak menjadi salah satu faktor penting dalam menghitung keuntungan bersih dari kedua instrumen ini.
Strategi Investasi di Tengah Suku Bunga Rendah
Bagi investor yang mengutamakan pendapatan stabil dengan risiko rendah, SR023 bisa menjadi pilihan utama. Deposito bank BUMN tetap relevan untuk investor yang mengutamakan likuiditas cepat dan kemudahan pencairan. Strategi terbaik bisa berupa kombinasi keduanya: sebagian dana dialokasikan ke SBN untuk imbal hasil lebih tinggi, dan sebagian lagi ke deposito untuk cadangan likuiditas.
Kesimpulan
Di tengah suku bunga BI yang makin rendah, SBN Ritel SR023 umumnya menawarkan potensi cuan lebih menarik dibanding deposito bank BUMN. SR023 memberikan kupon tetap, keamanan tinggi, dan cash flow stabil. Deposito tetap aman dan mudah dicairkan, tetapi return menurun mengikuti penurunan suku bunga. Investor bisa menyesuaikan strategi berdasarkan kebutuhan likuiditas dan tujuan investasi jangka pendek maupun panjang.
Baca juga:Strategi Abadi Nusantara (PACK) Masuk ke Bisnis Nikel dengan OWK, Harga Saham ARB